Home > Iseng > Taat = selamat

Taat = selamat

Saya heran pada para pengguna jalan yg hobinya lewat jalur yg bukan semestinya. Contoh pertama yaitu jalur busway. Lha wong jalur itu memang dibangun pemerintah khusus untuk busway kok masih saja dilewati. Sudah jelas-jelas ada rambunya “Dilarang melintas kecuali Busway”. Mungkin ndak ngeliat..?? Oh, bisa saja. Kan orang nyetir itu harus konsentrasi ke jalan. Kalau dia konsentrasi ke jalan, kok ya masih iseng lewat jalur yg bukan jalannya itu. Lantas apa yg punya jalur marah..?? Kalau dia manusia, wajarlah marah. Lha kepentingannya diusik. Tapi si busway juga sadar kalau jalan itu bukan miliknya pribadi. Jalan itu merupakan jalan umum yg dibangun memakai uang rakyat dari pajak. Mungkin si pengendara iseng itu juga ikut ‘urunan’. Makanya, supaya ‘miliknya’ bisa kembali, si busway minta tolong ke pak polisi untuk menertibkannya. Yg namanya polisi, kalau disuruh menertibkan ya seneng-seneng aja. Tinggal priiiit.. Tilang. Ndak mau sidang ya bayar. Ah, klise..

Contoh kedua, ini yg ndak kalah ekstrim. Sering saya lihat ketika berangkat atau pulang ngantor. Tiap saya lewat jembatan penyebrangan, selalu saja ada motor atau sepeda yg ikut lewat. Lah..!! Jembatan yg sedianya digunakan oleh pejalan kaki untuk menyebrang jalan, sekarang juga digunakan pengendara motor untuk memotong jalan. Mereka beralasan karena jalan untuk putar balik terlalu jauh. Lalu, dimana pak polisi..?? Lha kan mereka sedang asyik menilang yg lewat jalur busway..

Bukan maksud saya menjelek-jelekan polisi. Polisi itu juga profesi yg mulia. Tugas mereka tidak bisa dianggap remeh. Yg saya maksudkan disini adalah tingkat kesadaran para pengendara yg mulai menurun. Semua itu pasti ada aturannya. Dan percayalah bahwa aturan itu sifatnya baik. Yg salah pasti dihukum. Selama diikuti dengan baik, semua akan berjalan tertib. Polisi juga tidak akan asal tilang. Jadi, dengan taat anda selamat.

Categories: Iseng
  1. No comments yet.
  1. No trackbacks yet.