Home > Iseng > Lali bin Lupa

Lali bin Lupa

Lali bin lupa adalah topik saya kali ini. Bagaimana tidak, yg begini ini sudah terjadi beberapa kali dan yg terbaru yaitu hari Minggu kemarin dan sore tadi.

Jadi mbegini sederek sedoyo, di hari Minggu malem kemarin, saya mengajak si kecil nan mungil yg sekarang lebih seneng dipanggil sweetcil itu nonton di MargoCity. Awalnya sih lancar-lancar saja sampai tiba di akhir acara nonton, saya baru sadar kalau di kantong celana saya itu ada yg aneh.. Lhaaa kunci motor saya kemana ya?? Oh, mungkin jatuh di lantai atau kursi. Ndak ada jugaaa..!! Wah ini mesti kunci masih nyanthol di motor, begitu pikir saya. Betul ternyata, itu kunci ternyata masih nangkring di motor dan sudah diamankan oleh mas sekuriti. Tinggal nunjukin STNK dan karcis parkir, motor saya sudah boleh keluar dari parkiran. Beruntunglah saya waktu itu.

Sementara yg kedua, terjadi sore tadi selepas pulang kantor. Hmmmm…nganu.. saya lupa dimana markir motor. Hayaaahh…!! Lha gimana ndak lupa, lepas bekerja 8 jam ngutek-ngutek server (pastinya jg diselingi istirahat lah) ini kepala mesti masih anget layaknya teko yg habis digunakan memasak air. Ditambah lagi parkiran di area Monas yg jembar (luas) pol.

Muter-muter ngelilingin parkiran kok ya ndak nemu-nemu dimana motor saya duduk manis. Menyerah? Ya ndak. Saya minta bantuan tukang parkir buat ikut nyari. Saya kasih tunjuk STNK (lha nopolnya ndak apal je), lalu kita bersama-sama nyari. Sempet ngeyel karena saya yakin tadi pagi parkir di sebelah sini, tapi faktanya mas parkir itu yg menemukan kalau motor saya ada di sebelah sana. Lalu saya berkilah, ini siapa yg berani mindahin..??

Jadi begitu pemirsa yg budiman. Isi sel-sel kelabu saya itu memang gampang terhapus, sehingga saya jadi gampang lupa. Walaupun tak lantas lupa diri. Saya itu memandang lali lebih sebagai anugerah yang perlu disyukuri. Lha apa-apa yang sudah diparingi oleh Gusti Allah itu kan mestinya disyukuri toh. Coba kalau kita ini ndak bisa lali, apa ndak karu-karuan kita ini jadinya. Kita jadi ingat semua hal yang menyakitkan, menyedihkan, mengecewakan, menakutkan, yang ndak penting pokoknya semua diingat. Ndak ada yang terhapus. Menyiksa toh? Hanya saja, seberapa banyakpun volume dan kerutan otak kita, kapasitasnya untuk mengingat tetap ada batasnya, sehingga kemampuan otak kita untuk menghapus kenangan menjadi penting agar tidak keluar tulisan not enough memory … lantas hang kayak PC.

Lali memang menjadi sifat manusia dan ndak kenal umur. Begitu kata teman saya. Meski ada banyak hal juga yg mesti kita ingat. Kita perlu lupa dalam kadar yg tepat, karena terlalu sering lupa, akan merugikan diri sendiri (dan orang lain). Lupa menyampaikan pesan atau lupa bagaimana pesan itu seharusnya disampaikan juga berbahaya. Contohnya: misal pesan asli berbunyi begini, “Pak… Boyolali, Bojonegoro, kacau balau”. Lha kalau kita lupa, itu pesan mungkin jadinya begini, “Pak Boyo lali bojo negoro kacau balau..” kan jadi ngawur..

Sampeyan ada yg pelupa seperti saya?

Categories: Iseng
  1. No comments yet.
  1. No trackbacks yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.