Home > Merenung > Kopi dan Rembulan

Kopi dan Rembulan

Secangkir kopi dan rembulan adalah syarat adanya tanda kehidupan malam. Adanya dua pemikiran yang sedang mencoba menjadi satu.

Betapa manisnya kombinasi itu. Semanis keinginan untuk berbagi setiap hal-hal kecil yang begitu sederhana, namun maknanya begitu berarti. Untuk menemukan dua ruang sepi, untuk saling diisi.

Sampai akhirnya ego bertutur manis, menjadikan satu orang bodoh ini mengucap “aku sayang kamu” … hanya di dalam hati.

Kini, secangkir kopi dan rembulan itu hanya sebagai tanda pengisyarat rindu.

Monggo sederek sedoyo, ngopi dulu..

Categories: Merenung
  1. No comments yet.
  1. No trackbacks yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.