Kopi dan Rembulan
Secangkir kopi dan rembulan adalah syarat adanya tanda kehidupan malam. Adanya dua pemikiran yang sedang mencoba menjadi satu.
Betapa manisnya kombinasi itu. Semanis keinginan untuk berbagi setiap hal-hal kecil yang begitu sederhana, namun maknanya begitu berarti. Untuk menemukan dua ruang sepi, untuk saling diisi.
Sampai akhirnya ego bertutur manis, menjadikan satu orang bodoh ini mengucap “aku sayang kamu” … hanya di dalam hati.
Kini, secangkir kopi dan rembulan itu hanya sebagai tanda pengisyarat rindu.
Monggo sederek sedoyo, ngopi dulu..
Categories: Merenung