Home > Merenung > Malam itu ..

Malam itu ..

Ijinkanlah saya sejenak untuk nulis barang sehari iniii saja, dan doakan mudah-mudahan saya kuat.

Malam itu seharusnya menjadi malam yang membahagiakan, walaupun tanpa telor, secara tidak langsung buat saya, tapi lebih-lebih untuk orang yang saya sayangi itu.

Langit malam itu sangat indah. Bulannya penuh, bintangpun terlihat seperti kunang-kunang. Awalnya setelah berbuka puasa, saya ingin sekali mengajaknya ke satu tempat dimana dia ingin sekali kesana. Tempat dimana dia bisa melihat bintang dan bulan secara bersamaan, dan tanpa digigit nyamuk. Alangkah bahagia rasanya duduk bersama dibawah sinar-sinar kecil, menikmati secangkir kopi, dan yang pasti bisa melihat kebahagiaan di bola mata indahnya. Namun apa daya, karena suatu hal, tempat itu belum berhasil dikunjungi.

“Gpp kok, kadang nggak semua yang kita inginkan akan selalu kita didapatkan..” Kata-katanya masih terngiang di batok kepala saya. Dan membuat saya termenung seperti orang bingung. Seharusnya saya nekat saja mengajaknya kesana, melihatnya tersenyum dan bahagia.

Saya ndak bisa memberi apa-apa yang layak buatnya hari ini. Tapi kalau boleh biarkan saya mengiriminya baris-baris contekan ini sambil melantun :

menari-nari kita trus menari meski hujan rintik turun
menari .. bersama alunan angin malam berpelukan 
denganmu berbagi senyuman, denganmu ooh

melayang-layang kita trus melayang meski langit tanpa bintang
mendayu-dayu suara daun yang berjatuhan bermesraan 
denganmu mengisi lamunan, denganmu ooh

reff:
oh lihat kita bertaburan bunga-bunga
kupu-kupu saling menyapa mengejar cinta
terbang bersama ke sana, menari-nari asmara

berjalan-jalan memecah genangan jejak air rintik hujan
bergandeng tangan berdua nyanyikan lagu cinta nostalgia 
denganmu menggapai khayalan, denganmu ooh

repeat reff

denganmu mengisi lamunan
denganmu menggapai khayalan
denganmu oh bahagia

repeat reff

oh lihat kita bertaburan bunga-bunga
kupu-kupu saling menyapa mengejar cinta
terbang bersama ke sana (terbang bersama ke sana)
menari di atas sana (menari di atas sana)
melantunkan lagu cinta (melantunkan lagu cinta)
menari-nari asmara (menari-nari asmara)

Hidup ini jadi ndak teratur karena saya mengenalnya, tapi sungguh, saya bahagia, karena saya bisa jatuh cinta kepada tiga hal yang sangat berharga : dirinya, rembulan, dan kopi. Saya ndak omong kosong ini. Saya benar-benar menyayanginya. I really do.

Advertisement
Categories: Merenung
  1. No comments yet.
  1. No trackbacks yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.