Home > Merenung > .

.

Ketika sampeyan berhenti disaat memulai maka disitulah terbentuknya titik. Mengapa? Karena saat pena diangkat tepat ketika tinta jatuh, hanya titik yg bisa dihasilkan. Belum huruf, apalagi kata. Jd, definisi titik adl ketika disitu dimulai, disitu pula diakhiri.

Mengapa manusia harus memulai kalau akhirnya cuma harus diakhiri? Bukankah tanpa memulai, akhir itu otomatis datang sendiri? “Mengapa kau datang hanya untuk pergi, mengapa harus berjumpa kalau akhirnya berpisah,” kata lagu pop.

“Mengapa dicintai kalau hanya disakiti?” Kata lagu pop lain. “Mengapa harus hidup kalau hanya untuk mati?” Kata si putus asa. “Mengapa harus makan kalau hanya untuk lapar?” Kata humoris.

“Kalau semua harus mati, kenapa ada kehidupan?” Kata si putus asa lagi. “Mengapa dari ketiadaan harus dibuat ada. Setelah ada kok mbalik lagi jadi tiada. Ini mbingungi!” Kata filsuf.

Ah, titik ..

Posted with WordPress for BlackBerry.

Advertisement
Categories: Merenung
  1. No comments yet.
  1. No trackbacks yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.